Hanifan Yudani Kusuma
Hanifan Yudani Kusumah, pesilat asal Bandung ini jadi viral setelah menyalami dan memeluk Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PB IPSI Prabowo Subianto sekaligus di tribun kehormatan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Atlet yang sering disapa Hanif ini berhasil meraih medali emas ke-29 untuk kontingen Indonesia setelah mengalahkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam di ajang Asian Games 2018.
Sejak masih duduk di kelas 2 SD, atlet kelahiran 25 Oktober 1997 ini telah dilatih pencak silat oleh sang ayah, Dani Wisnu. Ayah Hanif yang juga seorang pesilat ini tergabung dalam pelatnas tahun 2005.
Laki-laki asal Kota Kembang ini pun bergabung dengan Perguruan Silat Tadjimalela. Saat usianya menginjak 16 tahun, Hanif mengikuti kejuaraan Popwil, Kejurda, Popda, Popnas, hingga 02SN di Kota Makassar.
Namun, kariernya mulai bersinar setelah mengikuti Malaysia Open 2015 dan berhasil membawa pulang medali emas. Begitu juga saat bertarung di PON Jawa Barat 2016, lagi-lagi Hanif sukses menjadi jawara.
Lalu di tahun berikutnya, atlet berambut nyentrik ini pun masuk pelatnas untuk mengikuti SEA Games 2017. Sayang, dia harus berpuas diri dengan medali perunggu. Di kejuaraan Belgia Open 2017, Hanif berhasil memperbaiki kedudukan dengan medali emas.
Puncaknya yakni saat Hanif mengikuti ajang bergengsi Asian Games 2018. Ia sukses mempersembahkan emas ke-29 untuk kontingen Indonesia atau emas ke-13 dari cabor Pencak Silat di nomor kelas C 55-60 kg putra. Hanif menumbangkan petarung asal Vietnam, Nguyen Thai Linh dengan skor tipis 3-2.
Atlet yang sering disapa Hanif ini berhasil meraih medali emas ke-29 untuk kontingen Indonesia setelah mengalahkan Nguyen Thai Linh asal Vietnam di ajang Asian Games 2018.
Sejak masih duduk di kelas 2 SD, atlet kelahiran 25 Oktober 1997 ini telah dilatih pencak silat oleh sang ayah, Dani Wisnu. Ayah Hanif yang juga seorang pesilat ini tergabung dalam pelatnas tahun 2005.
Laki-laki asal Kota Kembang ini pun bergabung dengan Perguruan Silat Tadjimalela. Saat usianya menginjak 16 tahun, Hanif mengikuti kejuaraan Popwil, Kejurda, Popda, Popnas, hingga 02SN di Kota Makassar.
Namun, kariernya mulai bersinar setelah mengikuti Malaysia Open 2015 dan berhasil membawa pulang medali emas. Begitu juga saat bertarung di PON Jawa Barat 2016, lagi-lagi Hanif sukses menjadi jawara.
Lalu di tahun berikutnya, atlet berambut nyentrik ini pun masuk pelatnas untuk mengikuti SEA Games 2017. Sayang, dia harus berpuas diri dengan medali perunggu. Di kejuaraan Belgia Open 2017, Hanif berhasil memperbaiki kedudukan dengan medali emas.
Puncaknya yakni saat Hanif mengikuti ajang bergengsi Asian Games 2018. Ia sukses mempersembahkan emas ke-29 untuk kontingen Indonesia atau emas ke-13 dari cabor Pencak Silat di nomor kelas C 55-60 kg putra. Hanif menumbangkan petarung asal Vietnam, Nguyen Thai Linh dengan skor tipis 3-2.


Ebeww
BalasHapusHebat
BalasHapussmngatt
BalasHapusKeren
BalasHapusKeren
BalasHapus